Selasa, 03 Juli 2018

Tenggiri Asam Pedas Kemiri

 
Kalau ngomong soal makanan, yakin deh nggak bakal habis-habisnya. Ada saja yang bisa dimasak dan dikreasikan, meskipun dengan bahan seadanya dan apa adanya 😁.

Nah, kebetulan di kulkas adanya Ikan Tenggiri sama buah labu. Langsung deh eksekusi. Maklum, perut sudah mulai meronta pengen diisi segera. Tidak hanya soal bahan, bumbu pun saya sering menggunakan bumbu seadanya, apa yang ada di rumah. Soalnya kalau mau beli, kadang sudah nggak keburu, apalagi kalau warung penjual sayur rada jauh. Nah, ini adalah masakan hasil eksekusi saya kemarin. Semoga suka ya, πŸ˜‰.

Tenggiri Asam Pedas Kemiri

Bahan:

  • 1 Ekor ikan Tenggiri, potong dan bersihkan. Lalu beri perasan air jeruk nipis.
  • 1 buah labu sayur, potong kecil, cuci bersih.


Bumbu:

  • 10 biji cabai merah keriting (sesuai selera aja), giling.
  • 5 siung bawang merah, iris.
  • 2 siung bawang putih, iris.
  • 3 butir kemiri, giling halus.
  • 1 ruas laos, cuci & geprek.
  • 1 buah serai, ambil bagian putihnya, iris.
  • 3 daun jeruk.
  • 5-6 sdm minyak goreng untuk menumis.
  • Asam kandis secukupnya.
  • Air 500 ml.
  • Garam secukupnya.


Cara Memasak:

  1. Panaskan minyak, lalu goreng bawang merah dan putih.
  2. Masukkan cabai giling, dan semua bumbu lainnya. Masak hingga harum.
  3. Lalu masukkan ikan dan labu, lalu tambahkan air. Aduk perlahan. Jangan lupa masukin garamnya yaπŸ˜‰.
  4. Masak hingga labu agak lunak, kemudian kecilkan api. Tunggu hingga air sedikit menyusut agar kuah sedikit lebih kental.
  5. Masakan siap dihidangkan dan dinikmati bersama keluarga.


Buat menambah semarak saat makan, bisa juga sedia rebusan sayur atau lalapan. Kalau soal lalapan, biasanya saya sediakan mentimun atau petaiπŸ˜‚. Nah, kalau mamah-mamah, dimasak apa aja nih kalau hanya punya ikan dan bumbu seadanya di rumah? 

Kamis, 23 Februari 2017

Rahasia di Balik Pondok Sandal Jodoh Kota Bengkulu

Assalamu'alaikum.
Lagi dan lagi Bengkulu masuk tipi, alamaaaaak! Padek Nian :D.

Kali ini kita akan kembali berjalan-jalan ke wisata Kota Bengkulu. Beberapa hari lalu saya nonton acara Doeloe Sekarang, ituloh, stasiun televisi yang menyajikan pengetahuan seperti wisata, kuliner, de el el. Alamak, Bengkulu masuk tipi.

Tahu nggak sih, wisata kali ini ke Pantai Tapak Paderi. Tapi saya bukan membahas pantainya, loh! Mungkin, yang pernah ke sana sudah pada tahu kalau di Pantai Tapak Paderi Kota Bengkulu ada sesuatu yang unik, yakni Pondok Sandal Jodoh. *Hayooo yang belum menemukan jodohnya jangan baper, didoain deh semoga diberi jodoh yang terbaik. Aamiin.

Pondok Sandal Jodoh, sebenarnya merupakan objek wisata di mana terdapat ratusan sandal bekas tak bertuan dan hanya sebelahnya saja *Wah, seperti cerita cinderella yang kehilangan sepatunya yang sebelah ya :D. Sandal-sandal itu ditemukan para nelayan di tepi pantai, lalu dikumpulkan dan karena sandal itu sudah terlalu banyak, jadilah dibuat Pondok Sandal Jodoh. Mungkin maksud si nelayan, yang merasa kehilangan sebelah sandalnya bisa menemukan di sana. :D

Di hari weekend, Pondok Sandal Jodoh banyak dikunjungi warga, baik dari dalam maupun luar Kota Bengkulu. Tarif masuk juga nggak mahal, kok. Cukup seikhlasnya saja. Hayooo, yang penasaran! Silakan berkunjung ke Pantai Tapak Paderi Kota Bengkulu. Dan kalau kebetulan saya lagi mudik ke Bengkulu, boleh main-main ke rumah. Nggak terlalu jauh rumah dari Pondok Sandal Jodoh. Kira-kira setengah jam perjalanan nyampai. Dan, siapa tahu ada yang menemukan jodohnya di Bengkulu.




Senin, 13 Februari 2017

Benteng Marlborough, Wisata Sejarah di Bengkulu


     Jika berwisata ke Bengkulu, rasanya belum afdol kalau belum singgah ke Benteng Marlborough, sebuah benteng peninggalan pemerintah Inggris yang letaknya tak terlalu jauh dari Pantai Tapak Paderi dan Pantai Zakat.

      Tanaman hijau menambah keasrian benteng tersebut, beberapa meriam tersusun rapi.

     Benteng ini selalu ramai pengunjung pada hari weekend. Yang berdatangan pun bukan hanya penduduk asli Bengkulu, akan tetapi dari luar kota Bengkulu pun datang ke sini. Berfoto bersama, dan atau mungkin sekadar menikmati sunset dari atas benteng.  Yang mau uji nyali, juga bisa lihat-lihat ke ruang tahanan. Sssst! Ceritanya, agak serem-serem gitu. Gak berani cerita, takut kebawa mimpi :D.

     Ups, ada yang tertinggal. Karcis masuk bersahabat kok di kantong, tapi kalau sudah penasaran kepingin masuk Benteng Marlborough, berapapun ongkos karcisnya, dijamin harga tak sebanding dengan apa yang akan kita temui di sana. Banyak sejarah tersirat, banyak kenangan tersimpan. Kenangan betapa antusiasnya negara kita ingin meraih kemerdekaan.

Merdekaaaaa!

Ini menjawab tantangan nulis serempak Blogger Bengkulu.
#BloggerBengkulu
#NulisSerempak
#WisataSejarahBengkulu


Kamis, 02 Februari 2017

Agar Nutrijel Cokelat




Kita pasti pernah membuat atau mungkin menikmati olahan semacam agar-agar, nutrijel atau yang sering disebut dengan puding.

Sebelum saya memberikan resep 'Agar Nutrijel Cokelat' sebelumnya saya mau bercerita sedikit tentang Agar-agar dan Nutrijel.

Dulu, dulu sekali ketika saya hanya mengenal agar-agar. Saya suka memasaknya dengan mencampurkan santan. Akan tetapi, jika tak memakai santan rasanya pun kurang nikmat. Dan tentu saja bentuknya seperti pecahan kaca, rada keras. Lalu, seiring perkembangan zaman datanglah anggota baru sebangsa Agar-agar, namanya Nutrijel. Awal saya kenal nutrijel saat adik sepupu memasaknya.

"Seperti ingus ya, Kak?" katanya waktu itu saat akan meletakkan potongan nutrijel yang sudah matang ke dalam piring.

Lalu, apa hubungannya dengan bahasan saya saat ini? Tentu ada donk. Di sini saya akan mengawinkan antara si keras Agar dan si lembut Nutrijel. Dan, hasilnya! Waw, muantap!
Berikut bahan dan cara membuatnya:

Bahan:
 1 bungkus agar-agar colelat.
 1 bungkus nutrijel varian cokelat
3 potong gula merah ukuran kecil
Garam sedikit saja
Gula putih secukupnya jika kurang manis
Kelapa parut setengah biji
Air 7 setengah gelas (gelas  berukuran kecil)

Cara Membuat:
1. Tuangkan bubuk agar-agar dan nutrijel ke dalam dandang berukuran kecil (secukupnya ).

2. Peras kelapa parut dengan empat gelas air, masukkan ke dalam dandang. Aduk rata agar tak menggumpal dengan bubuk tadi.

3. Panaskan sebentar sisa air (3 setengah gelas) bersamaan dengan gula merah. Saring.

4. Masukkan air gula merah ke dalam dandang tambahkan garam sedikit. Jika saat dicicip kurang manis, tambahkan gula putih secukupnya atau sesuai selera.

5. Masaklah hingga matang dengan api cukup besar, ketika mulai mendidih gunakan api sedang.

6. Setelah masak, masukkan ke dalam loyang atau cetakan kue yang diinginkan.

Nb: Gula merah dicair dan disaring agar bersih. Jika tak suka menggunakan gula merah dapat memakai gula putih saja (Tergantung selera). Menggunakan sedikit garam agar rasanya lebih enak dan gurih (Emang kerupuk :D ). Teknik perapian juga menentukan rasa dari masakan itu.


Selamat Mencoba!

Rabu, 18 Januari 2017

Pendap Ikan Kakap.



         Orang Bengkulu atau pun yang pernah berkunjung ke Bengkulu tentunya sudah tak asing dengan makanan bernama pendap. Pendap merupakan salah satu makanan khas Bengkulu yang enak disantap bersama nasi. Panganganan ini hampir sama dengan ikan pais, namun pendap sebelum dibungkus dengan daun pisang terlebih dahulu dibungkus daun talas, sedangkan ikan pais tidak. Bumbunya pun lebih terasa gurih-gurih pedas. 

          Ketika pulang ke Bengkulu, rasanya badan belumlah sampai di sana jika belum melahap pendap ikan kakap. Bumbunya yang pecah di lidah, membuat selera makan bertambah. Sebenarnya, membuat pendap tak terlalu sulit, cukup sediakan bahan-bahan sebagai berikut: Ikan (Untuk jenis ikan, yang biasa dipakai ikan kakap, ikan gelamo atau ikan guli yang teskturnya lembut dan bertulang sedikit), kelapa muda, asam, laos, kunyit, ketumbar, bawang merah dan putih, kemiri, daun talas dan daun pisang sebagai pembungkus. Langkah proses pembuatannya pun tidak rumit, ikan dibersihkan terlebih dulu, agar aroma amisnya hilang bisa disiram ikan dengan air perasan jeruk nipis, selanjutnya  giling semua bumbu hingga halus lalu masukkan kelapa muda yang sudah diparut kegilingan bumbu. Lumuri ikan dengan bumbu lalu bungkus  menggunakan daun keladi/ talas, selanjutnya dibungkus lagi menggunakan daun pisang, ikat, agar isi tak keluar saat proses perebusan. Terakhir masukkan belimbing wuluh (Boleh ganti dengan asam kandis. Beri garam secukupnya. Lalu, rebus hingga matang.

Selamat Mencoba!

Nb: Pendap direbus bersama belimbing wuluh agar tidak gatal saat disantap, karena daun keladi/ talas bisa menyebabkan gatal tenggorokan jika tak pandai mengolahnya.

#NulisSerempak
#BloggerBengkulu
#KulinerKhasBengkulu